Bernu Dwi Andika

Icon

explain what this blog is about.

Mengenal SCADA

SCADA kependekan dari Supervisory Control And Data Acquisition merupakan sistem kombinasi dari telemetri dan akusisi data. Sistem ini terdiri dari pengambilan informasi, transfer data yang diambil ke pusat pengendali, kontrol dan pengambilan analisa  dan kemudian penampilan data dalam beberapa monitor. Sistem SCADA digunakan untuk memonitor dan mengontrol perlatan-peralatan dalam sebuah industri.

Apa itu telemetri?
Telemetri pada umumnya selalu berkaitan dengan SCADA sistem. Ia merupakan teknik yang digunakan untuk mengirim dan menerima informasi atau data melalui sebuah perantara. Informasi yang diolah bisa berupa pengukuran seperti tegangan, kecepatan maupun aliran. Data-data ini dikirim ke lokasi lain melalui perantaraan kabel, telepon atau radio. Informasi tersebut dapat saja dikirim dari beberapa lokasi dengan jalan yang terintegrasi melalui sistem tersebut.


Apa itu Akuisisi Data (Data acquisition)?

Akuisisi Data merupakan metode yang digunakan untuk mengakses dan mengontrol informasi atau data dari peralatan yang akan dikontrol atau dimonitor. Data yang diakses kemudian diteruskan ke dalam telemetri system dan siap di kirim ke lokasi yang berbeda. Data tersebut bisa berupa informasi dalam bentuk analog maupun digital yang dikumpulkan oleh sensor seperti flowmeter, ammeter maupun lainnya. Ia bisa juga berupa data untuk mengontrol peralatan seperti actuator, relay, valve, motor dan yang lainnya.

Apa perbedaan antara SCADA dan DCS?
Sistem yang hampir sama dengan system SCADA adalah Distributed Control Systems (DCS). DCS umumnya dipakai di pabrik-pabrik dan diletakan di tempat yang relatif lebih baik dan tertutup. Ia menggunakan medium komunikasi dengan kecepatan yang tinggi, seperti local area network (LAN) dan terdapat sejumlah closed loop control pada sistem tersebut.  Lain halnya dengan DCS, SCADA mencakup sistem dengan area yang lebih luas, dan mempunyai beberapa jaringan komunikasi seperti radio dan telephone dan closed loop control tidak terlalu penting pada sistem ini.

scada_komponen

Sistim SCADA  memiliki beberapa komponen seperti berikut :

1. Instrumentasi di lapangan ( Field Instrumentation).
Field Instrumentation biasanya berupa sensor atau actuator yang terhubung langsung ke peralatan. Ia menghasilkan signal analog dan digital yang dimonitor di remote stations. Signal juga dikondisikan untuk meyakinkan adanya kesesuaian antara input dan output pada Remote Terminal Unit (RTU) atau Programmable Logic Controller (PLC) pada Remote Station.

2. Statsiun di lapangan (Remote Stations).
Remote Stations dipasang pada remote plant atau peralatan yang dimonitor atau dikontrol oleh central host computer. Ia bisa berupa sebuah Remote Terminal Unit (RTU) atau Programmable Logic Controller (PLC).

3. Jaringan komunikasi( Communications Network).
Merupakan perantara untuk mentransfer informasi dari satu lokasi ke lokasi lain. Dapat berupa jaringan telepon, radio atau kabel.

4. Stasiun pusat pengendali.( Central Monitoring Station)
Central Monitoring Station (CMS) merupakan lokasi master atau host computer. Ia dapat terdiri dari beberapa pusat pengendali menggunakan Man Machine Interface (MMI) program untuk memonitor beberapa tipe data yang diperlukan untuk pengoperasian. Berikut contoh dari sebuah sistem SCADA pada proses pendistribusian air.
scada_water_industry

Tipe dari sistem konfigurasi
Ada dua tipe konfigurasi jaringan dari wireless telemetry yang menggunakan radio pada system SCADA yaitu konfigurasi point-to-point dan point-to-multipoint.

Konfigurasi Point-to-Point
Konfigurasi Point-to-Point merupakan konfigurasi sistem telemetri yang paling sederhana. Data di sini dipertukarkan melalui dua stasiun. Satu stasiun digunakan sebagai master dan yang lainya sebagai slave. Sebagai contoh adalah pengesetan dua RTU: satu untuk reservoir atau tangki dan lainnya untuk pompa air pada lokasi yang berbeda. Pada saat tangki hampir kosong,RTU pada tangki akan mengirim EMPTY command ke RTU lainnya dan pada saat tangki penuh, Tangki di RTU akan mengirim FULL command ke RTU pompa untuk menyetop motor.

scada_point2point


Konfigurasi Point-to-Multipoint

Konfigurasi Point-to-Multipoint digunakan jika satu peralatan digunakan sebagai master unit untuk beberapa slave unit. Master biasanya merupakan host utama dan ditempatkan pada control room dan slave pada remote unit di lapangan. Setiap slave memiliki alamat yang unik atau nomer ID.

scada_point2multi

Mode komunikasi
Terdapat dua mode komunikasi yaitu Polled System dan Interrupt System.

Polled System
Pada Polled atau Master/Slave system, master bertindak sebagai pengontrol penuh dari komunikasi. Master mengumpulkan data secara teratur (mengirim dan menerima data) pada setiap slave secara berurutan. Slave unit memberikan respon ke master hanya ketika ia menerima permintaan. Ini dinamakan metode half-duplex. Setiap slave unit akan memiliki alamat unik masing-masing untuk memungkinkan identifikasi yang benar. Jika sebuah slave tidak merespon dalam jangka waktu tertentu, master akan mengulang pengiriman data kembali sebelum melanjutkan ke slave lainnya.

Keuntungannya:

  • Proses pengumpulan data lebih simpel.
  • Tidak ada tabrakan dalam pengiriman data di jaringan.
  • Kerusakan jaringan mudah dideteksi.

Kekurangannya:

  • Tidak memungkinkan adanya penyela perintah pada slave pada saat emergensi.
  • Waktu menunggu sebanding dengan banyaknya slave.
  • Semua komunikasi antara slave harus melalui master, hal ini menambah system menjadi lebih kompleks.

Interrupt System
Interrupt System dikenal juga sebagai Report by Exception (RBE). Di sini slave memonitor pemasukannya dengan mendeteksi adanya perubahan yang cukup signifikan atau melebhi batas limit, pada saat itu slave mengirim komunikasi ke master dan mentransfer data. Sistem ini didesain dengan pendeteksi error dan proses recovery untuk menghindari tabrakan data. Sebelum sebuah unit mengirim data harus di cek dulu apakah ada unit lain yang mengirim juga. Ini bisa dilakukan dengan mendeteksi dulu medium pembawa transmisi. Jika unit lain mentransmisi, ada jeda waktu secara acak yang diperlukan sebelum mencoba untuk mengirim ulang. Berulangnya error dapat menyebabkan kelumpuhan system. Untuk menghindari hal ini,jika beberapa kali pengulangan slave masih belum berhasil mengirim data, ini akan ditunggu sampai di’poll’ sendiri oleh master.

Keuntungannya:

  • Berkurangnya transfer data yang tidak penting.
  • Mudah  mengirim  informasi yang sifatnya urgent.
  • Memungkinkan komunikasi slave-to-slave

Kekurangannya:

  • Master hanya bisa mendeteksi karusakan jaringan setelah beberapa saat yaitu pada saat system ‘polled’
  • Diperlukan pengambilan data untuk nilai terakhir oleh operator.
  • Tabrakan data memungkinkan terjadinya delay pada komunikasi.

Sumber: http://www.agussuwasono.com

Advertisements

Filed under: Instrument, SCADA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: